Categories
Uncategorized

Basilica Cistern, Istana Misterius Bawah Tanah yang Menawan

Tempat apa yang terpikir untuk didatangi ketika Anda mengunjungi kota Istanbul Turki? Grand Bazaar, Hagia Sophia atau Blue Mosque? Tempat itu memang cukup populer dan wajib dikunjungi. Namun, ada satu tempat lagi yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi, yaitu Basilica Cistern.

Nama ini mungkin terdengar asing dan tidak sepopuler tempat-tempat lainnya, namun keindahan dan keunikannya dijamin tidak kalah menarik. Penasaran bagaimana isi dari bangunan ini? Ini dia ringkasan singkatnya!

Penampakan Basilica Cistern yang Unik

Basilica Cistern dalam bahasa nasional Turki memiliki istilah lain yaitu Yerebatan Sarayi atau istana tenggelam. Bukan tanpa sebab musabab istana ini memiliki nama yang cukup aneh. Pasalnya, istana tenggelam ini memang bukan sebuah istana pada awalnya. Bangunan ini merupakan sebuah waduk bawah tanah yang difungsikan sebagai tempat penampungan air pada tahun 542an.

Waduk ini dibangun oleh Kaisar Byzantine Justinianus I yang berkuasa sekitar tahun 527 – 565. Waduk ini memiliki ukuran yang begitu besar bahkan bisa dikatakan raksasa. Sebenarnya, waduk memang berukuran besar, namun lain perkaranya jika waduk ini berlokasi di bawah tanah, seperti layaknya sebuah goa bawah tanah. Tujuan dibangunnya tempat ini adalah untuk tempat penyimpanan air bagi penduduk kota Istanbul.

Basilica Cistern memiliki luas sekitar 9800 meter persegi dibangun dengan tenaga 7000 budak. Tempat ini mampu menampung 100.000 ton air bersih untuk kebutuhan istana dan penduduk sekitar. Menariknya, bangunan bawah tanah ini memiliki ratusan tiang untuk penyangganya. Sebagai penyokong atap, digunakan 338 buah tiang dengan ketinggian 9 meter. Semua tiang ini terbuat dari batu marmer yang mengkilat.

Karena posisinya berada di bawah tanah, bagian atas bangunan ini nampak seperti bangunan biasa. Keunikannya berada di bawah tanah. Untuk menuju ke bawah, Anda akan menuruni 52 anak tangga dari permukaan tanah.

Udara di dalam bangunan ini sangat lembab dan terasa pengap. Bagian lantai selalu basah oleh rembesan dan tetesan air. Saat memasuki bagian dalam Basilica Cistern, Anda akan merasakan hawa dan suasana misterius.

Suasana misterius ini didukung oleh ornamen-ornamen aneh dan tidak biasa di ada dalamnya. Sebuah spot yang menonjol menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang. Spot itu adalah sebuah tiang dimana bagian alasnya terdapat sebuah patung berbentuk kepala dewi medusa. Medusa adalah salah satu tokoh dalam mitologi Yunani yang memiliki rambut ular. Tokoh wanita ini memiliki kekuatan mengubah manusia menjadi patung ketika menatap matanya.

Baca juga: https://www.hayatuntour.com/umroh-plus-turki/

Ada dua spot yang menggunakan patung kepala medusa. Pada satu tiang, kepala medusa dipasang miring sedangkan tiang yang lain dipasang terbalik. Tidak ada catatan khusus kapan dan untuk apa patung medusa ini diletakkan di sana. Hanya saja, beberapa rumor masyarakat sekitar menyebutkan bahwa Medusa dipercaya memiliki kekuatan untuk melindungi tempat-tempat penting. Namun, kabar ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Selain dua spot ini, ada satu lagi spot menarik dalam Basilica Cistern yaitu pilar menangis atau Crying Pillars. Pilar ini disebut sebagai pilar menangis karena selalu basah oleh rembesan atau aliran air dari atapnya. Aliran air tersebut nampak seperti air mata yang jatuh mengalir. Itulah suasana dan penampakan yang ada di dalam Basilica Cistern. Meskipun nampaknya sedikit menyeramkan, namun tidak dipungkiri bahwa tempat ini sangat luar biasa. Atmosfernya terasa misterius sekaligus menenangkan. Banyak pengunjung yang merasa betah berlama-lama duduk dan menikmati suasana di dalamnya. Setelah Anda lelah berjalan-jalan, Anda bisa bersantai sambil meminum segelas teh di kafe yang ada di sekitar Basilica Cistern. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan wisata ke spot lainnya di Istanbul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *